Menurut riwayat Abbu Bakar bin muhammad bin muslim Ubaidillah bin Andullah bin Syihal al–Qurasyi Az– Zuhri ( 51 H\ 670 M-124 H\742 M), seorang ahli hadis, Anas bin Malik sendiri yang mengatakan bahwa ketika Rasullulah saw. hijrah ke Madinah, Anas berusia sepuluh tahun, dan ketika Rasulullah saw. wafat, usia Anas sudah mencapai dua puluh tahun. Kemudian hadits ini dikleuarkan pula oleh Imam Ahmad (3/193-194), Imam Muslim (2/128), Abu Uwanah (2/77) dan Ath-Thayalisi (2027) dari jalur Sulaiman bin Al-Mughirah dari Tsabit tanpa kalmat: “ Kemudian anak perempuan memberitahukan kepadaku …” dan dia menambahkan: Anas berkata, “ Kemudian Nabi bersabda: “ Berdirilah, aku hendak Dengan kebersamaan inilah Anas bin Malik radiyallahu ta’ala anhu memanfaatkannya untuk banyak-banyak mengambil hadis dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam, belajar, dan menghafalkannya, sampai beliau termasuk dari sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis setelah Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar radiyallahu ta’ala anhuma. 1) Kalimatullah [An Nisaa 171, Ali Imran 39, 45], 2) Rohullah [Hadits Anas bin Malik hal.72] Menurut Al-Qur’an, Isa itu Roh Allah dan FirmanNya. Sebagaimana yang disabdakan sendiri oleh Nabi Muhammad yang berbunyi : “Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan FirmanNya.” (H.R. Anas Bin Malik) Siapakah Kalimatullah dan Rohullah itu? Artinya, “Hadits sahabat Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda, ‘ Ada tujuh yang pahalanya mengalir terus kepada seseorang di alam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu, (2) orang yang mengalirkan (mengeruk atau meluaskan) sungai, (3) orang yang menggali sumur, (4) orang yang menanam pohon kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6 Anas bin Malik RA mendpatkan anugerah yang sangat besar dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. Yaitu bahwa beliau berjanji akan memberikan syafa’at kepadannya. Anas bin Malik Shalallahu ‘Alaihi Wassallam mengatakan: “Aku pernah meminta kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam agar beliau berkenan memberiku syafa’at pada Hari Di riwayatkan dari Anas Bin Malik Sesungguhnya Abu Bakar pernah mengutusnya untuk mengambil sedekah dari kaum muslimin, dan menuliskan di lembaran tersebut faraid Sedekah dan disana juga terdapat cap cincin Rasulullah”. 5. Sohifah Ali Bin Abi Tholib (Lembaran Ali Bin Abi Tholib) Di riwayatkan oleh Abi Juhaifah Beliau adalah Anas bin Malik bin Nadzor bin Dhomdom bin Zaid bin Harom bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin An Najjar, Abu Hamzah Al Ansori Al Khazraji. Dia termasuk kerabat Rasulullah SAW dari jalur istri. Ia juga muridnya, pengikutnya dan sahabat yang terakhir meninggal dunia. 2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau. 2.1 Perjalanan Menuntut Dari Anas bin Malik, bahwasanya Nabi saw. melihat ada bekas kuning-kuning pada ‘Abdur Rahman bin ‘Auf. Maka beliau bertanya, “Apa ini ?”. Ia menjawab, “Ya Rasulullah, saya baru saja menikahi wanita dengan mahar seberat biji dari emas”. Maka beliau bersabda, “Semoga Allah memberkahimu. Kisah tersebut pun dengan jujur disampaikan oleh Anas bin Malik dalam riwayat shahih di kitab Shahih Muslim. Haditsnya berbunyi: "An Anasin anna an-Nabiyya SAW marra biqaumin yulaqqihuna faqala: lau lam taf'alu lasholuha. Qala: fakharaja syushon. Famarra bihim faqala: ma linakhlikum? Faqalu: qultu kadza wa kadza, qala: antum a'lamu biamri 9bcAIR. Nama lengkapnya adalam Malik bin Anas Abi Amir al Ashbahi, dengan julukan Abu Abdillah. Ia lahir pada tahun 93 H, Ia menyusun kitab al Muwaththa, dan dalam penyusunannya ia menghabiskan waktu 40 tahun, selama waktu itu, ia menunjukan kepada 70 ahli fiqh Madinah. Kitab tersebut menghimpun hadits, dan yang meriwayatkan al Muwaththa’ lebih dari seribu orang, karena itu naskahnya berbeda beda dan seluruhnya berjumlah 30 naskah, tetapi yang terkenal hanya 20 buah. Dan yang paling masyur adalah riwayat dari Yahya bin Yahyah al Laitsi al Andalusi al Mashmudi. Sejumlah Ulama berpendapat bahwa sumber sumber hadits itu ada tujuh, yaitu Al Kutub as Sittah ditambah Al Muwaththa’. Ada pula ulama yang menetapkan Sunan ad Darimi sebagai gantiAl Muwaththa’. Ketika melukiskan kitab besar ini, Ibn Hazm berkata,” Al Muwaththa’ adalah kitab tentang fiqh dan hadits, aku belum mnegetahui bandingannya. Hadits hadits yang terdapat dalam al Muwaththa’ tidak semuanya Musnad, ada yang Mursal, mu’dlal dan munqathi. Sebagian Ulama menghitungnya berjumlah 600 hadits musnad, 222 hadits mursal, 613 hadits mauquf, 285 perkataan tabi’in, disamping itu ada 61 hadits tanpa penyandara, hanya dikatakan telah sampai kepadaku” dan “ dari orang kepercayaan”, tetapi hadits hadits tersebut bersanad dari jalur jalur lain yang bukan jalur dari Imam Malik sendiri, karena itu Ibn Abdil Bar an Namiri menentang penyusunan kitab yang berusaha memuttashilkan hadits hadits mursal , munqathi’ dan mu’dhal yang terdapat dalam al Muwaththa’ Malik. Imam Malik menerima hadits dari 900 orang guru, 300 dari golongan Tabi’in dan 600 dari tabi’in tabi’in, ia meriwayatkan hadits bersumber dari Nu’main al Mujmir, Zaib bin Aslam, Nafi’, Syarik bin Abdullah, az Zuhry, Abi az Ziyad, Sa’id al Maqburi dan Humaid ath Thawil, muridnya yang paling akhir adalah Hudzafah as Sahmi al Anshari. Adapun yang meriwayatkan darinya adalah banyak sekali diantaranya ada yang lebih tua darinya seperti az Zuhry dan Yahya bin Sa’id. Ada yang sebaya seperti al Auza’i., Ats Tsauri, Sufyan bin Uyainah, Al Laits bin Sa’ad, Ibnu Juraij dan Syu’bah bin Hajjaj. Adapula yang belajar darinya seperti Asy Safi’I, Ibnu Wahb, Ibnu Mahdi, al Qaththan dan Abi Ishaq. An Nasa’I berkata,” Tidak ada yang saya lihat orang yang pintar, mulia dan jujur, terpercaya periwayatan haditsnya melebihi Malik, kami tidak tahu dia ada meriwayatkan hadits dari rawi matruk, kecuali Abdul Karim”. Ket Abdul Karim bin Abi al Mukharif al Basri yang menetap di Makkah, karena tidak senegeri dengan Malik, keadaanya tidak banyak diketahui, Malik hanya sedikit mentahrijkan haditsnya tentang keutamaan amal atau menambah pada matan. Sedangkan Ibnu Hayyan berkata,” Malik adalah orang yang pertama menyeleksi para tokoh ahli fiqh di Madinah, dengan fiqh, agama dan keutamaan ibadah”. Ia wafat pada tahun 179 H Disalin dari Biografi Malik bin Anas ad Dibaj al Madzhab 1730, Tahdzib at Tahdzib 10/5 karya Ibnu Hajar asqalani.