Puisi 4: Sarung Menuju Surga. Sarung itu tampak kusam. Sungguh sudah sangat lama dipakai. Sudah berkali-kali dicuci. Senantiasa menemani santri yang terlelap hingga bangun pagi. Saat tahajud, dia ada. Saat membaca Al-Quran, dia tersedia. Saat aku jauh dari orang tua, dia mendampingi. Dan saat aku bermain, dia terjemur rapi seraya melambai
DEMI RESTU ORANG TUAMU Karya : Harry Yohanes. Mengapa kau mencintaiku. Sedangkan aku orang tak mampu. Orang tuamu pasti tak setuju. Menerimaku sebagai menantu. Bukan aku tak mencintaimu. Ataupun ingin menolakmu. Tapi coba pikirkan dahulu. Sebelum kau katakan niatmu.
Sobat, itulah kumpulan sajak puisi mahkota untuk orang tua yang bisa digunakan sebagai inspirasi dan juga motivasi. Semoga anak dan saudara disekitar kita bisa menjadi penghapal Alquran. Sungguh Allah telah memberikan petunjuk yang lurus, yakni Alquran. Semoga kita bisa meng intiqomahkan diri untuk selalu dekat dengan Alquran. Amin
Musium Perjuangan merupakan salah satu contoh puisi tentang pahlawan dari Kuntowijoyo yang bercerita tentang gugurnya para pejuang sehingga menyisakan kesedihan bagi orang-orang yang ditinggalkan. Di sisi lain, keberanian mereka dalam mempertaruhkan nyawa akan selalu dikenang oleh para generasi penerus yang juga akan menghadapi peperangan
untukmu orang tua kami, untukmu guru-guru kami, beri aku sedikit waktu, untuk menyemai damai, Post a Comment for "Puisi Santri Bikin Haru" Newer Posts Older Posts Pojok YAPIKA. PENDIRI YAPIKA DAN PON-PES AL ISTIQOMAH. INFORMASI PPDB 2023-2024. Postingan Populer.
Biografi Chairil Anwar. Chairil Anwar adalah salah satu penyair tersohor yang ada di Indonesia. Beliau lahir Kota Medan, 26 Juli 1922 dan meninggal di usia yang masih sangat muda yakni 26 tahun ada tanggal 28 April 1949 di Jakarta. Chairil Anwar memiliki nama julukan yaitu Si Binatang Jalang. Adapun puisi Chairil Anwar sebenarnya ada 96 karya.
Guru merupakan sosok pengganti orang tua selama Anda belajar di sekolah. Merekalah yang berjasa mengajar, mendidik, serta memberikan ilmu sehingga Anda bisa menjadi murid yang cerdas. Meskipun Anda akan berpisah dengan mereka setelah lulus, jasa guru tentunya tidak boleh dilupakan begitu saja. Anda bisa mengapresiasi jasa guru dengan menulis sebuah puisi perpisahan.
Orang tua itu kembali berkata : Lihatlah, hari telah fajar ! Wahai bumi yang indah, kita akan berpelukan buat selama-lamanya ! Nanti sekali waktu Kemungkinan Ini merupakan puisi perjuangan melawan pemerintahan selama orde baru 1998. Penulis (WS Rendra) mengikhlaskan Putranya (Isaias Sadewa) untuk pergi berperang atau berjuang.
Allah hanya menguji kita. Percaya dan yakin lakh. Allah akan memberikan lebih dari yang kita punya. Dan Begitulah kata ayah dan ibu, Judul Puisi : Ayah. Di setiap tetesan keringatmu. Di setiap helaian nafasmu. Dipenuhi dengan kasih sayang. Dan cinta kasih demi kebahagian anak-anakmu.
Puisi untuk orang tua adalah sebuah karya sastra yang di dalamnya berisi tentang sosok malaikat tanpa tanda balas saja sedikitpun. Begitu banyak pengorbanan dan kasih sayang Orang tua kepada kita yang tak tergambar sedikitpun. Dan entah setara dengan apa balasan untuknya.
QoOR.