190196 A.M. the close of the fourth jubilee. And in the first year of the first week of the fifth jubilee, houses were built. 197 A.M. on the earth, and Cain built a city, and called its name after the name of his son Enoch. And Adam knew Eve his wife and she bare yet nine sons. 225-231 A.M. MakaBeliau mengucapkan salam kepadanya dan Adam 'alaihis salam menjawab salamnya dan berkata, "Selamat datang anak yang saleh dan nabi yang saleh." (HR. Bukhari dan Muslim) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga memberitahukan kepada kita, bahwa manusia akan mendatangi Adam 'alaihis salam dan berkata, "Wahai Adam, engkau adalah TafsirQS. Ali 'Imran (3) : 183. Oleh Kementrian Agama RI. Beberapa orang Yahudi antara lain Kaab bin Asyraf, Malik bin as-saif, Finhas bin 'Azura dan beberapa orang lagi, mendatangi Rasulullah ๏ทบ seraya berkata, "Wahai Muhammad!Engkau mengaku Rasul Allah dan Allah telah mewahyukan kepadamu Kitab, sedang di dalam Kitab Taurat (Imamat ix) kami dilarang oleh Allah mempercayai seorang rasul lukisannabi adam Adam (Ibrani: ืึธื“ึธื; Arab: ุขุฏู…, berarti tanah, manusia, atau cokelat muda) adalah tokoh dari Kitab Kejadian, juga Kisah terbunuhnya Anak Nabi Adam, Habil bisa dibilang sebagai kisah pembunuhan manusia pertama di bumi yang bermula dari Kisah Terbunuhnya Habil, Anak Nabi Adam (1) - Chanelmuslim.com BeliKisah Nabi Adam Online harga murah terbaru 2022 daerah Jakarta Pusat di Tokopedia! โˆ™ Promo Pengguna Baru โˆ™ Kurir Instan โˆ™ Bebas Ongkir โˆ™ Cicilan 0%. KisahNabi Adam Alaihis Salam. Allah SWT menciptakan Nabi Adam sebagai manusia pertama di dunia. Sebagai umat Islam, memercayai adanya nabi dan rasul-Nya merupakan salah satu rukun iman NabiMuhammad Muslimah Kisah Fatwa Mozaik Kajian Alquran Doa hadist. Internasional. Timur tengah Palestina Eropa Amerika Asia Afrika Jejak Waktu Australia Plus DW. Ekonomi. Digital Syariah Bisnis Finansial Migas pertanian Global. republikbola. Klasemen Bola Nasional Liga Inggris Liga Spanyol Liga Italia Liga Dunia Internasional Free kick Arena KisahNabi Syis TS cintakuya51 . 08-12-2014 14:30 sedangkan putra yang jelek lahir bersama putri yang jelek pula. Nabi Adam memiliki anak 40 pasang kembar dampit ditambah 2 yang tidak lahir secara kembar. (Syits) (sekitar 3630-2718 SM), hidup selama kurang lebih 912 tahun, meninggal pada usia 1042 tahun. Menikah dengan Azura (Hazurah Untukmakluman semua, mana-mana bloggers yang sudi nak bertukar link dengan komen & link anda di sini. Dan kepada blogger yang mana linknya masih mama belum letakkan di link `Geng-Geng Bloggers' seperti di bawah ini, sila tinggalkan mesej untuk mama di sini juga. G78f. 14 Friday Oct 2011 Nabi Adam memiliki putra-putri sebanyak 40 orang 20 pasang. Beberapa sumber riwayat yang lain mengungkapkan bahwa Nabi Adam as mempunyai 25 orang anak, 24 orang lahir berpasangan yaitu lak-laki dan perempuan,kecuali nabi Syits as sebagai anak ke 5, dilahir dengan sangat istimewa tanpa tanpa ada pasangannya, bahkan tanpa sel telur Siti Hawa dalam sebuah riwayat yang lain. Jadi menurut riwayat ini ada 13 orang putra laki-laki nabi Adam dan ada 12 orang perempuan. Putra-putri Nabi Adam as konon menurut sebuah riwayat dilahirkan berurutan laki-laki,perempuan,perempuan,laki-laki ,laki-laki,perempuan, perempuan, laki-laki, laki-laki, perempuan, perempuan,laki-laki, begitu seterusnya. Cayn dan saudara perempuannya, Qobil dan Iqlima, Ashut dan saudara perempuannya. Habil Abel dan Labuda, Sys Ayad dan Hazura, Balagh dan saudara perempuannya, Athati dan saudara perempuannya, Tawbah dan saudara perempuannya, Darabi dan saudara perempuannya, Hadaz dan saudara perempuannya, Yahus dan saudara perempuannya, Sandal dan saudara perempuannya, Baraq dan saudara perempuannya. Wadd dan dan saudara perempuannya, Suwa dan saudara perempuannya, Yaghuth dan saudara perempuannya, Yaโ€™uq dan saudara perempuannya Nasr dan saudara perempuannya Urutan putra-putri Nabi Adam ini masih belum dipastikan dengan baik. Hanya ada riwayat yang mengatakan bahwa Habil adalah putra ke-empat, Dan Nabi Sys adalah putra ke-5 yang menikah dengan adiknya Hazura putra/putri ke-enam nabi Adam Qobil Dan Habil adalah dua putra Nabi Adam yang namanya disebut-sebut dalam Al Qurโ€™an. Qobil menolak menikah Labudza, dan membunuh Habil. Inilah yang disebutkan sebagai peristiwa pembunuhan manusia yang pertama kalinya. Nabi Syits as menikah dengan adik nya yang nomor enam yaitu Hazurah yang pasangannya meninggal sewaktu dilahirkan,nabi Syits as mempunyai anak setelah berumur 105 tahun,dan usianya mencapai 1402 tahun. Nabi Syits as lahir 5 tahun setelah Habil,Habil anak nomor 4. Riwayat lain mengatakan bahwa adik Nabi Sys yang dilahirkan tidak berpasangan hanya wanita saja adalah Siti Hunun. Kisah lengkap Nabi Adam as tidak cuma tentang cerita dirinya dan Hawa diusir dari surga. Ada riwayat lain yang perlu kamu tahu soal penciptaan manusia pertama, dan bagaimana Allah SWT menyempurnakan sosoknya. Yuk, intip keterangan yang kami rangkum ini!Berbicara mengenai kisah lengkap Nabi Adam as tentu tidak luput dari cerita penciptaan manusia pertama menurut Alquran. Penciptaan tersebut dilakukan setelah Allah SWT menciptakan malaikat dari cahaya dan jin dari api. Setelah roh ditiupkan, Adam hidup dan menjadi penghuni surga pertama pula. Sesudah itu, Allah juga menciptakan pasangan baginya, yakni seorang perempuan bernama Hawa. Keduanya hidup di surga dengan bahagia hingga setan menggoda mereka. Penasaran dengan kisah hidup Nabi Adam as secara lengkap hingga dirinya wafat? Kalau begitu tak perlu berbasa-basi lagi, simak keterangan singkat yang kami paparkan mengenai Sang Nabi berikut ini! Selamat membaca. Ada beberapa klaim berbeda terkait lokasi makam Nabi Adam dan Siti Hawa. Apakah makam keduanya ada di Mekah atau negara lain? Simak informasi di artikel berikut untuk mengetahui faktanya, yuk!Siapa saja anak Nabi Adam dan bagaimana kisah mereka? Tak perlu mengetahui semuanya, kamu cukup memahami cerita tentang kedua putra Sang Nabi, yaitu Qabil dan Habil yang kami paparkan ...Apakah diturunkannya Adam ke bumi adalah hukuman atau ketetapan karena ia diciptakan untuk menjadi khalifah? Pertanyaan semacam itu akan terjawab setelah kamu menyimak kisah Nabi Adam ...Sebagai manusia pertama di muka bumi, banyak kisah tentang Nabi Adam as dan mukjizatnya yang tidak dimiliki para rasul lain. Penasaran apa saja mukjizat Nabi Adam as secara lengkap? Kami ...Kisah Nabi Adam As Lengkap dari Lahir sampai Wafat Tak seperti nabi dan rasul yang lain, kisah Nabi Adam as sangat berbeda. Pasalnya, ia tidak memiliki ayah atau ibu, melainkan langsung diciptakan Allah SWT dari segumpal tanah yang kemudian di dalamnya ditiupkan roh sehingga dapat hidup. Cerita lengkap awal penciptaan Nabi Adam as hingga meninggal dunia semuanya terangkum dalam kitab suci Alquran. Namanya tertulis sebanyak 25 kali, di antaranya tersebar di Surah Al Baqarah 30โ€“39, Al Aโ€™raf 11โ€“25, Al Hijr 26โ€“44, Al Israโ€™ 61โ€“65, Thaha 115โ€“126, dan Shad 67โ€“88. Di bawah ini keterangan singkatnya Tentang Penciptaan Manusia Pertama Sebelum menciptakan Adam, Allah memberitahukan kepada malaikat-Nya bahwa Dia hendak menurunkan seorang khalifah untuk menjadi pemimpin di bumi. Sebagaimana tertuang dalam Al Baqarah ayat 30, Allah berkata, โ€œAku hendak menjadikan khalifah di bumi.โ€ Lalu, malaikat menjawab, โ€œApakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?โ€ Kemudian Dia berfirman, โ€œSungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.โ€ Setelahnya, Allah memerintahkan Jibril turun ke bumi untuk mengambil sebagian tanah sebagai komponen dalam menciptakan Adam. Sayang, bumi menolak dan bersumpah karena mempunyai ketakutan yang sama dengan apa yang dikhawatirkan para malaikat. Jibril gagal, Malaikat Mikail dan Israfil pun tak berhasil membujuk bumi untuk menyerahkan sedikit tanahnya. Selanjutnya, Allah memerintah Malaikat Izrail dan mendesak bumi bahwa ia tidak dapat menolak lantaran semua itu adalah perintah yang tidak mungkin untuk dibantah lagi. Konon, tanah yang digunakan untuk menciptakan Adam tidak hanya dari bumi, tetapi juga diambil dari surga. Tanah tersebut kemudian dicampur dengan air tawar, air asin, air anyir, api, dan angin. Lalu, Allah masukkan nur cahaya ke dalam tubuh Adam dengan berbagai sifat. Terkait penciptaan manusia dari tanah, terdapat kajian ilmiah yang membuktikan kebenarannya. Bahwasanya, tubuh manusia mengandung unsur-unsur kimia yang sama dengan yang ada pada tanah, antara lain karbon, oksigen, hidrogen, fosfor, sulfur, nitrogen, kalsium, natrium, magnesium, zink, kobalt, dan masih banyak lagi. Baca juga Cerita tentang Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha yang Dijamin Bikin Siapa Saja Terharu Ketika Allah Menyempurnakan Adam Pada tubuh Sang Manusia Pertama terdapat sembilan lubang, yakni dua pada mata, dua di hidung, dua telinga, satu mulut, satu uretra, dan satu dubur. Allah juga menyempurnakannya dengan lima panca indera, sebut saja penglihatan, pendengaran, penciuman bau-bauan, perasa, dan peraba sentuhan. Sesudah itu, ditiupkanlah roh ke dalam tubuh Adam yang sebelumnya kaku seperti batu. Roh masuk secara perlahan, konon sampai memakan waktu selama 200 tahun hingga setiap bagian tubuh Sang Nabi dapat berfungsi dengan baik, mulai dari kepala hingga kaki. Meski begitu, dalam Alquran tidak disebutkan secara pasti berapa lama waktu yang berjalan sejak awal Adam diciptakan hingga dihidupkan. Menurut ulama, tubuhnya diselubungi dengan tanah kering selama 40 tahun, tanah basah 40 tahun, dan tanah hitam yang bau juga selama 40 tahun. Yang jelas, penciptaannya disebut dilakukan pada hari Jumat. Setelah rupa Adam sempurna, Allah mengajarkan padanya nama-nama benda dan makhluk yang ada di bumi. โ€œDan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama benda semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, Sebutkan kepada-Ku nama semua benda ini, jika kamu yang benar!'โ€ Al Baqarah 31 Kisah Nabi Adam as dan Iblis yang Iri Hati Begitu Adam hidup, Allah memerintahkan semua malaikat, jin, bahkan iblis untuk bersujud kepada Sang Manusia Pertama. Akan tetapi, salah satu di antara mereka, yakni iblis, menolak untuk bersujud lantaran menilai manusia itu ialah makhluk hina karena terbuat dari tanah kotor dan bau. Iblis pun bersikap sombong dan merasa dirinya mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan Adam. โ€œDan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat, Sujudlah kamu kepada Adam!โ€™ Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.โ€ Al Baqarah 34 Rasa iri hati iblis pada penghuni baru surga itu bisa dibilang terlalu besar. Sampai-sampai, ia memikirkan berbagai cara untuk membuatnya keluar dari sana. Hingga suatu hari, iblis memanfaatkan Hawa istri Adam untuk mengelabuinya agar memakan buah yang oleh Allah dilarang untuk disentuh. Baca juga Kisah Dongeng Putri Salju dan Tujuh Kurcaci Beserta Ulasan Lengkapnya Cerita Nabi Adam Diusir dari Surga Sumber Wikimedia Commons Ide iblis untuk memanfaatkan Hawa sangat licik. Mereka bahkan mengiming-imingi kekuasaan kepada Adam. โ€œKemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata, Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?'โ€ Surah Thaha 120 Setan juga membujuk Adam dengan iming-iming hidup abadi. โ€œMaka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata, Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal dalam surgaโ€™.โ€ Surah Al Aโ€™raf 20 Segera setelahnya, setan membuat Hawa membujuk Adam untuk memakan buah khuldi yang sesungguhnya terlarang, sehingga Allah mengeluarkan mereka dari surga dan menghukum keduanya untuk turun ke bumi. โ€œDan Kami berfirman, Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukanโ€™.โ€ Al Baqarah 36 Di dalam Alquran, kisah lengkap turunnya Nabi Adam as dan Hawa ke bumi dimaksudkan agar keduanya bertobat dari kesalahan mereka. Akan tetapi, tidak terungkap secara pasti hukuman apa yang mesti dijalani oleh keduanya. Sebagaimana yang diyakini umat Islam, keduanya turun ke bumi dan dipisahkan sampai bertemu kembali di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi. Sementara itu menurut sebagian ulama, keduanya tidak pernah berada di surga, melainkan hanya dikeluarkan dari tempat tinggal mereka di sebuah taman nan indah yang ada di bumi. Di sisi lain berdasarkan kepercayaan masyarakat Swahili di Afrika, kisah lengkap pengusiran Nabi Adam as dan Hawa diceritakan berbeda. Bahwasanya, Hawa memakan buah khuldi terlebih dulu dan diusir dari surga, lalu Adam ikut memakan buah tersebut demi menyusul Hawa agar dapat melindunginya di bumi. Baca juga Cerita Rakyat Terjadinya Gunung Merapi dan Ulasan Lengkapnya yang Menarik tuk Dibaca Tentang Putra dan Putri Adam Di bumi, Adam dan Hawa dikaruniai putra dan putri. Mereka bernama Qabil, Habil, dan Syits, yang masing-masing memiliki saudari kembar perempuan, tetapi tidak disebutkan dengan pasti namanya di dalam Alquran maupun Alkitab. Meski demikian, nama putri-putri Adam diceritakan dalam kumpulan tulisan dari abad pertengahan yang berjudul Legenda Emas. Di situ disebutkan bahwa ketiga nama putri Adam-Hawa, masing-masing adalah Luluwa Iqlima atau Aqlima, Aven, dan Azura. Tiap-tiap mereka dinikahkan dengan kembaran satu sama lain dari saudaranya sendiri kecuali Syits dan Azura, yaitu Luluwa dengan Habil, Aven dengan Qabil, dan Azura dengan Syits. Walau begitu, terdapat pendapat lain terkait pernikahan putra-putra Adam. Dikatakan bahwa mereka tidak menikahi saudarinya, melainkan para bidadari yang diutus oleh Allah untuk turun ke bumi dan menjadi istri mereka. Lebih lanjut, putra Sang Nabi, yakni Qabil dan Habil diabadikan namanya di Alquran dan Alkitab sebagai pengingat bagi umat manusia tentang pembunuhan pertama di dunia. Cerita keduanya yang terbilang cukup terkenal itu bermula ketika Qabil dan Habil berkurban memberikan persembahan karena sesuatu hal. Berdasarkan sumber Sunni, keduanya diminta berkurban lantaran Qabil tidak ingin dinikahkan dengan saudara kembar Habil. Padahal, Habil telah bersedia menikah dengan saudari kembar Qabil. Mereka lantas diminta untuk mempersembahkan kurban, dan barang siapa yang kurbannya diterima akan mendapatkan yang mereka inginkan. Sementara menurut sumber Syiah, perselisihan Qabil dan Habil bukanlah karena masalah pernikahan, melainkan siapa yang akan ditunjuk sebagai penerus sang ayah sebagai khalifah. Habil membawa kurban berupa unta betina, sedangkan Qabil mempersembahkan padi yang buruk kualitasnya. Kurban Habil diterima, tetapi persembahan Qabil tidak. Hal ini membuat Qabil murka dan membunuh Habil. Qabil kemudian menguburkan mayat saudaranya setelah menyaksikan seekor gagak yang juga menguburkan gagak lain yang mati di dalam tanah. โ€œKemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya Qabil bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil, Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?โ€™ Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal.โ€ Surah Al Maidah 31 Baca juga Legenda Asal Usul Munculnya Selat Bali Beserta Ulasan Menariknya Wafatnya Nabi Adam Alaihissalam Sumber Wikimedia Commons Sebelum membahas kisah lengkap wafatnya Nabi Adam as, terlebih dulu kami singgung cerita mengenai dirinya yang pernah diperlihatkan oleh Allah akan keturunan-keturunannya di masa depan. Salah satunya ialah Daud, di mana sesudah melihatnya, Adam meminta agar Allah memberikan 40 tahun umurnya kepada Daud. Bertahun-tahun kemudian, saat tiba waktunya bagi Adam untuk dijemput oleh malaikat maut, ia lupa pernah memberikan 40 tahun dari masa hidupnya kepada Daud. Alhasil, ia pun menolak untuk pergi karena merasa masih memiliki waktu sampai 40 tahun mendatang. Di riwayat lain, dikatakan bahwa sebelum meninggal, Sang Nabi sempat meminta anak-anaknya mengambil buah anggur dari surga. Namun, para malaikat menyuruh mereka pergi dan turun ke bumi menemui Adam. Malaikat maut kemudian mencabut nyawa Sang Manusia Pertama tersebut. Sementara itu, Alquran tidak menyebutkan di usia berapa Adam meninggal dunia. Para ulama berpendapat, ia meninggal sewaktu berusia seribu tahun. Akan tetapi, perhitungan ini bisa saja kurang tepat karena adanya perbedaan sistem penanggalan, terlebih Sang Nabi pernah pula hidup beberapa tahun di surga. Lain halnya dengan di Alquran, Alkitab menyebut secara rinci pada umur berapa Nabi Adam tutup usia. Menurut Alkitab, tepatnya di Bab Kejadian ayat ke-5, usia Adam adalah 930 tahun. โ€œJadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.โ€ Terdapat sejumlah tempat yang dipercaya merupakan makam Sang Nabi. Beberapa di antaranya, yaitu sebuah gunung di India, Baitul Maqdis di Yerussalem, Bukit Golgota tempat yang menjadi lokasi penyaliban Yesus, Gunung Abu Qubais di Mekah, dan Al-Haram Imam Ali di Najaf Irak yang lokasinya sama dengan makam dari Ali bin Abi Thalib. Sekilas Soal Mukjizat Nabi Adam As Sebagai manusia pertama, Nabi Adam as memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki nabi dan rasul lainnya. Salah satunya, yaitu ia ditunjuk oleh Allah sebagai khalifah pertama yang ada di muka bumi seperti yang tertera dalam Alquran Surah Al Baqarah ayat 30. Selain itu, ia juga mempunyai mukjizat mengetahui segala hal yang ada di bumi, baik nama-nama benda maupun semua makhluk hidup di sana. Ia dikaruniai pula umur yang panjang, hingga dapat memberikan 40 tahun usianya kepada Nabi Daud as. Mukjizat lainnya ialah, Adam dikaruniai keturunan laki-laki dan perempuan yang berpasang-pasangan alias kembar. Sebelumnya sudah disinggung bahwa putra putrinya bahkan dinikahkan satu sama lain dan menjadi nenek moyang manusia yang ada di bumi. Baca juga Cerita Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis yang Dipenuhi dengan Keajaiban Keteladanan yang Bisa Diambil dari Cerita Nabi Adam Sumber Wikimedia Commons 1. Taati Perintah Allah dan Jauhi Larangan-Nya Sebagaimana cerita tentang Nabi Adam as yang terusir dari surga karena melakukan perbuatan yang dilarang Allah, semestinya kita sebagai manusia belajar dari kesalahan yang dilakukannya. Salah satu caranya adalah dengan menaati perintah Allah dan senantiasa menjauhi segala larangan-Nya. Lagi pula, Allah melarang segala sesuatu bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjauhkan kita dari hal-hal yang mungkin merugikan manusia. Dan pada setiap perintah-Nya, tentu ada banyak hikmah dan kebaikan yang bisa jadi menguntungkan kita sebagai manusia. 2. Segeralah Bertobat dan Jangan Mengulang Dosa Sang Nabi menyadari kesalahannya dan segera bertobat kepada Allah. โ€œKemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia Allah pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.โ€ Al Baqarah 37 Di Surah Al Aโ€™raf ayat 23 tercantum pertobatan Adam dan Hawa yang berbunyi, โ€œYa Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.โ€ Usai bertobat, Adam tidak lagi mengulangi dosanya. Walau begitu, ia tetap diturunkan dari surga lantaran mesti menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi sebagaimana firman Allah yang tertera pada Surah Thaha ayat 122, yang berbunyi, โ€œKemudian Tuhannya memilihnya menjadi Rasul, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.โ€ Perintah Allah Taala untuk menjadikan Adam sebagai khalifah juga tertera pada Surah Al Baqarah ayat 38, yaitu, โ€œTurunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.โ€ Baca juga Cerita Rakyat Asal-Usul Gunung Semeru Beserta Ulasan Menariknya Puas Membaca Kisah Lengkap Nabi Adam As di Atas? Demikian tadi cerita lengkap mengenai kehidupan Nabi Adam as sejak diciptakan sebagai manusia pertama hingga kapan dirinya meninggal dunia. Kiranya, dari riwayat di atas kamu dapat mengambil pelajaran dan hikmah, sehingga bisa menjalani hidupmu semakin baik dari hari ke hari. Kalau kamu ingin mengetahui kisah para nabi dan rasul lainnya untuk meneladani sikap mereka, kami juga menyediakan artikelnya, lho. Di antaranya adalah riwayat tentang Nabi Musa, Yusuf, Sulaiman, Ibrahim, dan lain-lain, beserta sumber terpercaya dari Alquran maupun hadis. EditorElsa DewintaElsa Dewinta adalah seorang editor di Praktis Media. Wanita yang memiliki passion di dunia content writing ini merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret jurusan Public Relations. Baginya, menulis bukanlah bakat, seseorang bisa menjadi penulis hebat karena terbiasa dan mau belajar. ArticlePDF AvailableAbstractAbstrak Penelitian ini berdasarkan kisah Nabi Adam As yang berbagai fragmennya tersebar diberbagai surah dan ayat, menurut Ibn Katsir dalam Tafsir al-Qur`anul dari pembahasan ini adalah mengetahui sekaligus menyusun kronologis narasi kisah Nabi Adam As dari proses awal penciptaannya hingga ia keluar dari surga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Untuk pengelolaan data penafsiran oleh Ibn Katsir digunakan pendekatan studi tokoh, konten analisis dan ilmu kajian terhadap tafsir Ibn Katsir, kronologis kisah Nabi Adam As terbagi tiga, yaitu pertama, penciptaan Nabi Adam ini diawali dari zat yang disebut ุชุฑุงุจ dan ุทูŠู† serta ุญู…ูฐุฅ ู…ุณู†ูˆู† hingga menjadi ุตูŽู„ู’ุตูฐู„ู ูƒูŽุงู„ู’ููŽุฎูŽู‘ุงุฑ. Setelah itu ditiupkan roh, pada proses inilah malaikat diperintah sujud kepada Adam As namun iblis enggan untuk bersujud. Kedua kisah Adam As tinggal di surga dengan segala fasilitasnya. Pada kejadian ini istri Adam As Hawa diciptakan oleh Allah. Ketiga, kisah Adam As dan istrinya dilarang mendekati pohon kuldi, yang kemudian aturan tersebut dilanggar oleh Adam As dan istrinya yang mengakibatkan Adam As dan istrinya dikeluarkan dari surga. Menurut Ibn Katsir keluarnya Adam As dari surga ini dalam dua tahap pertama tahap turun ke langit dunia dan kedua tahap turun ke bumi. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. Istinarah Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya, Vol. 2 1, 2020, Januari-Juni ISSN Print 2714-7762 ISSN Online 2716-3539 Tersedia online di 60 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 Kronologis Kisah Nabi Adam As dalam Tafsir Ibn Katsir Bustamar * Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, Sumatera Barat, Indonesia E-mail bustamarputra95 Fitri Yeni M Dalil Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, Sumatera Barat, Indonesia E-mail fitriyenidalil * Corresponding Author Abstrak Penelitian ini berdasarkan kisah Nabi Adam As yang berbagai fragmennya tersebar diberbagai surah dan ayat, menurut Ibn Katsir dalam Tafsir al-Qur`anul Adzim. Tujuan dari pembahasan ini adalah mengetahui sekaligus menyusun kronologis narasi kisah Nabi Adam As dari proses awal penciptaannya hingga ia keluar dari surga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan konten analisis. Dari kajian terhadap tafsir Ibn Katsir, kronologis kisah Nabi Adam As terbagi tiga, yaitu pertama, proses penciptaan Nabi Adam. Kedua kisah Adam As tinggal di surga dengan segala fasilitasnya. Ketiga, kisah Adam As dan istrinya dilarang mendekati pohon kuldi, yang kemudian aturan tersebut dilanggar oleh Adam As dan istrinya yang mengakibatkan Adam As dan istrinya dikeluarkan dari surga. Abstract This research is based on the story of the Prophet Adam As whose various fragments are scattered in various surahs and verses, according to Ibn Kathir in Tafsir al-Qur`anul Adzim. The purpose of this discussion is to know at the same time compile a chronological narrative of the story of the Prophet Adam As from the initial process of his creation until he came out of heaven. The type of research used is library research using content analysis. From the study of the interpretation of Ibn Kathir, the chronology of the story of the Prophet Adam As is divided into three, namely first, the process of the creation of the Prophet Adam. The second story of Adam As lived in heaven with all the amenities. Third, the story of Adam As and his wife were prohibited from approaching the kuldi tree, which was then broken by Adam As and his wife which resulted in Adam As and his wife being expelled from heaven. Kata Kunci Kisah, Adam, Ibn Katsir, Kronologis PENDAHULUAN Al-Qur`an merupakan objek yang selalu menarik untuk dikaji dari semua sisinya. Al-Qur`an memiliki berbagai aspek yang dapat dikaji baik secara universal maupun parsial termasuk yang berkaitan dengan kisah-kisah yang dimuat dalam al-Qur`an. Kisah-kisah tersebut merupakan satu dari sekian banyak aspek yang membuktikan kemukjizatan al-Qur`an dan membuktikan kebenaran nubuwwah Rasulullah Saw. Rofiqoh & Ansori, 2017 25 Kisah-kisah tersebut memuat beragam permasalahan yang bisa dikaji secara substansial dan diuji kebenarannya berdasarkan fakta-fakta sejarah yang ditemukan. Kisah-kisah dalam al-Qur`an adalah sebenar- 61 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 benarnya kisah, karena kisah-kisah tersebut pasti selalu sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Kisah-kisah tersebut juga merupakan kisah-kisah terbaik, karena kisah-kisah tersebut mengandung nilai sastra dan makna yang tinggi. Selain itu, kisah-kisah dalam al-Qur`an juga merupakan kisah-kisah yang paling besar manfaatnya. Rofiqoh & Ansori, 2017 26. Firman Allah; โ€œSesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur`an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang berimanโ€. QS. Yusuf 12 111 Kisah-kisah dalam al-Qur`an bukanlah suatu cerita yang lengkap yang meliput berbagai aspek peristiwa. Seringkali tidak terdapat penyebutan tempat atau waktu kejadian, apalagi urutan ruang dan waktu. Sehingga diperlukan penejelasan lebih lanjut, yang disebut dengan Tafsir al-Qur`an. Al-Qur`an dalam memaparkan kisah tidak tersusun secara kronologis sebagaimana buku sejarah. Sebagian kisah dalam suatu surah dan sebagian dimuat dalam surah lainnya, terkadang diungkapkan secara panjang lebar, terkadang secara garis besarnya saja. Misalnya kisah Nabi Adam As dalam al-Qurโ€™an, yang dipaparkan tidak pada satu tempat/dalam satu surah saja, melainkan diberbagai tersebut bebrda dengan kisah Nabi Yusuf As yang terfokus pada satu surah saja. Dalam al-Qur`an terdapat kisah Nabi Adam As, yang diceritakan berulang-ulang dalam berbagai surah dan ayat, seperti dalam surah Al-Baqarah [2] 30-39, Ali-Imran [3] 59, Al-Aโ€™raf [7] 11-25. Al-Hijr [15] 26-44. Al-Isra` [17] 61- 65. Al-Kahfi [18] 50. Thaha [20] 115-124. Shad [38] 71-85. Dalam Muโ€™jam al-Mufarras li al-Fazil Qur`an al-Karim, kata-kata Adam terdapat dalam 9 Surah, yang terdiri dari 25 ayat.Nadim, 1945 Jika dilihat dari isi surah dan ayat yang mengandung kisah Nabi Adam As ada 8 Surah, yang terdiri dari 75 ayat. Dalam ayat tersebut adakalanya membicarakan tentang penciptaan Nabi Adam, kehidupannya 62 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 di Surga dan latar belakang Nabi Adam turun dari Surga. Kisah Nabi Adam pada surah tertentu urutannya tidak lengkap, surah al-Baqarah, sebagai surah kedua berdasarkan tartib Utsmani, menjelaskan kisah Nabi Adam setelah Allah menciptakannya, dan tidak pernah membicarakan bahwa Adam diciptakan dari tanah. Hanya saja menjelaskan pemberitaan Allah kepada Malaikat tentang akan diciptakan makhluk baru sebagai khalifah di bumi, pengetahuan Adam melebihi pengetahuan Malaikat, perintah sujud, pembangkangan iblis, suruhan Allah terhadap Adam bersama istrinya tinggal di surga dan terakhir penurunan Adam dari surga. Dalam surah al-Baqarah tidak ada menjelaskan tentang penciptaan Hawa, tiba-tiba langsung godaan iblis. Sedangkan mengenai penciptaan Nabi Adam tersebut dipaparkan dalam surah lain. Dengan demikian diperlukan rentetan kisah yang lengkap, agar lebih mudah dipahami. Walaupun ada yang menyatakan kisah itu tidak harus berurutan dari awal hingga akhir. Ada sebuah kisah itu menggunakan alur maju linier, ada yang menggunakan alur mundur dan ada juga yang menggunakan alur bolak balik. Orang yang menggunakan tiga alur tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Kemudian dari pada itu agar al-Qur`an memiliki maknanya yang utuh maka perlu adanya rentetan atau urutan dari kisah itu sendiri. Dengan kata lain rentetan kisah Nabi Adam As mulai dari penciptaan hingga tahapan selanjutnya. Pada penelitian ini penulis menggunakan Kitab Ibn Katsir sebagai sumber utama. Disebabkan kitab Tafsir Ibnu Katsir memiliki keistimewaan dalam beberapa aspek, seperti dalam hal ketelitian sanadnya, kesederhanaan ungkapannya, dan kejelasan ide pemikirannya. Di samping itu dalam penafsirannya Ibn Katsir lebih mengedepankan penafsiran dengan al-Qur`an itu sendiri, jika itu tidak ditemukan di ayat lain maka beranjak pada Hadits, jika tidak ditemukan dalam Hadits, maka didukung dengan pendapat Sahabat Nabi Saw, jika tidak ada pendapat Sahabat tentang hal yang demikian maka beralih pada tabiโ€™in. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau library 63 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 research. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Sebagai penelitian tafsir tentang kisah nabi Adam As, teknik pengumpulan dan analisis data ayat-ayat al-Qur`an melalui term Adam, digunakan pendekatan tafsir tematik. HASIL DAN PEMBAHASAN Penciptaan Nabi Adam As Pengkabaran Allah Tentang Penciptaan Khalifah /Makhluk Baru di Bumi QS. al-Baqarah/2 30, Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata "Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Ibn Katsir 2017 518 menafsirkan ayat ini bahwa Allah Swt mengabarkan karunia-Nya kepada Bani Adam dengan menyebut nama mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya sebelum Allah Swt menciptakan mereka, sebagaimana firman Allah, ๎€ƒ ๎๎ŽŽ๎—๎€ƒ ๎Žซ๎އ๎ญ๎Ž”๎œ๎ŽŒ๎ ๎ค๎ ๎Ÿ๎€ƒ ๎š๎Ž‘๎Žญ โ€œyakni ingatlah wahai Muhammad, saat Rabbmu berfirman kepada para Malaikat, dan kabarkanlah hal ini kepada kaummu. Ibn Jarir menyebutkan keterangan dari sebagian pakar Bahasa arab, yaitu Abu Ubaidah yang mengklaim bahwa kata ๎Žซ๎އmerupakan zaidah tambahan. Perkiraan kalimatnya ialah ๎š๎Ž‘๎Žญ๎€ƒ ๎๎ŽŽ๎—๎ญ. Namun Ibn Jarir membantahnya. Al-Qurthubi mengatakan, seluruh ahli tafsir juga membantahnya, bahkan az-Zajjaj sampai mengatakan โ€œini sebuah kelancangan dari Abu Ubaidahโ€. ๎Ž”๎”๎ด๎ ๎Žง๎€ƒ๎Žฝ๎Žญ๎ท๎Ž๎€ƒ๎ฐ๎“๎€ƒ๎ž๎‹๎ŽŽ๎ŽŸ๎€ƒ๎ฐ๎ง๎އ yakni, suatu kaum yang sebagian meneruskan kaum sebelumnya, abad demi abad generasi demi generasi, sebagaimana yang Allah Swt firmankan, ๎€ƒ ๎’๎ŽŒ๎‹ด๎ ๎Žง๎€ƒ ๎ข๎œ๎ ๎Œ๎ŽŸ๎€ƒ ๎ฏ๎Žฌ๎Ÿ๎Ž๎€ƒ ๎ฎ๎ซ๎ญ๎Žฝ๎Žญ๎ท๎Ž๎€‘๎€‘๎€‘ QS. al-Anโ€™am 165. Dia Allah berfirman, .๎€ƒ๎€‘๎€‘๎€‘๎Žฝ๎Žญ๎ท๎Ž๎€ƒ๎‹ฏ๎ŽŽ๎”๎ ๎Žง๎€ƒ ๎ข๎œ๎ ๎Œ๎Ž ๎ณ๎ญ๎€‘๎€‘QS. an-Namal 62 dan firman-Nya ๎ฎ๎Ÿ๎ญ๎€ƒ๎€ƒ๎ŽŽ๎จ๎ ๎Œ๎Ž ๎Ÿ๎€ƒ๎‹ฏ๎ŽŽ๎Žธ๎ง๎€ƒ๎ฅ๎ฎ๎”๎ ๎Žจ๎ณ๎€ƒ๎Žฝ๎Žญ๎ท๎Ž๎€ƒ๎ฐ๎“๎€ƒ๎Ž”๎œ๎Ž‹๎ผ๎ฃ๎€ƒ๎ข๎œ๎จ๎ฃ QS. az-Zukhruf 60 dan firman-Nya, ๎€ƒ๎’๎ ๎Žจ๎“๎’๎ ๎Žง๎€ƒ ๎ข๎ซ๎Žช๎Œ๎Ž‘๎€ƒ ๎ฆ๎ฃ QS. Maryam 59. Dan dibaca secara syadz aneh; ๎€ƒ๎ฐ๎“๎€ƒ๎ž๎‹๎ŽŽ๎ŽŸ๎€ƒ๎ฐ๎ง๎އ๎Ž”๎”๎ด๎ ๎Žง๎€ƒ ๎Žฝ๎Žญ๎ท๎Ž disebutkan oleh az-Zamaksyari dan lainnya serta 64 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 dinukilkan oleh al-Qurthubi dari Zaid bin Ali. Katsir, Jilid I, 2017 519 Proses Penciptaan Nabi Adam As QS. Ali-Imran/3 59 โ€œSesungguhnya misal penciptaan Isa di sisi Allah, adalah seperti penciptaan Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya "Jadilah" seorang manusia, Maka jadilah Diaโ€. Pada ayat ini Ibn Katsir tidak menjelaskan makna ๎Ž๎Ž๎Žฎ๎Ž— secara detail, dari lafaz ayat Adam kejadian awalnya memang dari ๎Ž๎Ž๎Žฎ๎Ž— namun dalam penafsirannya ayat tersebut membahas tentang kisah Nabi Isa yang tidak memiliki bapak yang sama dengan kejadian Nabi Adam As. Namun pada surah al-Hajj/22 5, Allah menjelaskan โ€œHai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan dari kubur, Maka ketahuilah Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamuโ€ฆโ€ ๎Ž๎Ž๎Žฎ๎Ž— disini adalah asal mula kejadian Adam As yaitu diciptakan dari tanah, kemudian anak keturuananya dari air yang hina. Katsir, 2017 112. Jilid 7 QS. al-Hijr/15 26, โ€œDan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia Adam dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentukโ€. Ibn abbas As, Mujahid dan Qatadah berkata โ€œYang dimaksud dengan shalshal disini ialah tanah liat kering. Secara lahiriah ia seperti firman Allah Swt, ๎€ƒ๎‹ถ๎Žญ๎ŽŽ๎‰๎Žจ๎‹ด๎”๎‹ธ๎Ÿ๎ŽŽ๎‹ด๎›๎€ƒ ๎‹ณ๎๎ŽŽ๎‹ด๎Žผ๎‹ธ๎ ๎‹ด๎Žป๎€ƒ ๎‹ธ๎ฆ๎‹ถ๎ฃ๎€ƒ ๎‹ด๎ฅ๎ŽŽ๎‹ด๎Žด๎‹ธ๎ง๎‹ถ๎‹ธ๎น๎Ž๎€ƒ ๎‹ด๎–๎‹ด๎ ๎‹ด๎Žง๎€Œ๎‹บ๎‹ฝ๎€Œ๎€ƒ ๎‹ณ๎Žญ๎ŽŽ๎‹ด๎ง๎€ƒ ๎‹ธ๎ฆ๎‹ถ๎ฃ๎€ƒ๎‹ณ๎Ž๎‹ถ๎Žญ๎ŽŽ๎‹ด๎ฃ๎€ƒ ๎‹ธ๎ฆ๎‹ถ๎ฃ๎€ƒ ๎‰๎ฅ๎ŽŽ๎‹ด๎Ž ๎‹ธ๎Ÿ๎Ž๎€ƒ ๎‹ด๎–๎‹ด๎  ๎‹ด๎Žง ๎‹ด๎ญ๎€ƒ๎€‹๎‹บ๎‹พ๎€‹ QS. Ar-Rahman 14-15. Pendapat dari Mujahid juga ๎ž ๎”ป๎Žผ๎ ๎Žป ialah tanah yang berbau busuk. Namun penafsiran ayat dengan ayat lain lebih utama. Firman Allah ๎ฆ๎ฃ๎€ƒ๎€ƒ๎”ป๎ค๎Žฃ๎ฅ๎ฎ๎จ๎Žด๎ฃ๎€ƒ ๎Žˆ , yakni tanah liat kering dari lumpur hitam sedangkan ๎ฅ๎ฎ๎จ๎Žด๎ฃ artinya halus atau licin. Karena inilah, diriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa ia berpendapat, ia adalah tanah liat yang basahโ€™. Juga diriwayatkan dari Ibn Abbas, Mujahid dan adh-Dhahak, bahwa yang dimaksud ๎€ƒ๎”ป๎ค๎Žฃ๎ฅ๎ฎ๎จ๎Žด๎ฃ๎€ƒ ๎Žˆ , ialah tanah yang berbau busuk. Ada pendapat yang lain 65 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 bahwa yang dimaksud dengan ๎€ƒ๎”ป๎ค๎Žฃ๎€ƒ๎Žˆ๎ฅ๎ฎ๎จ๎Žด๎ฃ, disini ialah yang diberi bentuk. Ibn Katsir, jilid 6, โ€œingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat "Sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah". Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh ciptaanKu; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadaNya" QS. Shad/38 71-72. Allah menciptakannya dengan tangan-Nya agar Iblis tidak menyombongkan diri darinya dan agar Dia berkata kamu menyombongkan diri dari apa yang Aku ciptakan dengan tangan-Ku, padahal Aku sendiri tidak menyombongkan diri darinyaโ€™. Allah menciptakannya sebagai manusia, ia berbentuk jasad dari tanah liat selama 40 hari sejak hari Jumโ€™at, para Malaikat melewatinya, mereka terkejut karena melihatnya. Yang paling terkejut dari mereka adalah Iblis, ia melewatinya dan memukulnya, hingga jasad itu mengeluarkan suara, seperti tanah bejana tanah liat yang berdenting, firman Allah, ๎€ƒ๎‹ณ๎ž ๎”ป๎Žผ๎‹ธ๎ ๎‹ด๎Žป๎€ƒ ๎‹ธ๎ฆ๎‹ถ๎ฃ๎€ƒ๎‹ถ๎Žญ๎ŽŽ๎‰๎Žจ๎‹ด๎”๎‹ธ๎Ÿ๎ŽŽ๎‹ด๎› QS. ar-Rahman/55 14. Iblis berkata, โ€™kamu diciptakan untuk suatu perkaraโ€™. Lalu ia masuk masuk ke dalam mulutnya dan keluar dar duburnya, ia berkata kepada Maliakat, jangan takut terhadapnya, sesungguh Rabb kalian tidak membutuhkan sedangkan ia ini berongga. Bila aku menguasainya, benar-benar aku akan menghancurkannya. Katsir, Jilid I, 2017 540 Manakala sudah tiba masanya Allah Swt meniupkan ruh padanya, Allah berfirman kepada Maliakat, bila Aku meniupkan ruh-Ku padanya maka bersujudlah kalian kepadanyaโ€™. Ketika Allah meniupkan ruh-Nya dan ruh itu langsung masuk melalui kepalanya maka ia bersin. Malaikat berkata kepadanya, ucapkan Alhamdulillahโ€™. Ia pun mengucapkannya. Maka Allah Swt berfirman, semoga Rabbmu merahmatimuโ€™. Ketika ruh masuk ke sepasang matanya, ia melihat buah-buahan di Surga. Ketika ruh masuk ke dalam rongga perutnya, ia ingin makan, maka ia terburu-buru melompat menuju buah Surga sebelum ruh sampai di kedua kakinya. Hal itu ketika Allah berfirman ๎€ƒ๎‹ด๎–๎‹ถ๎ ๎‹ต๎Žง๎€ƒ๎€ƒ๎‹ณ๎ž๎‹ด๎Ž ๎‹ด๎‹๎€ƒ๎ฆ ๎‹ถ๎ฃ๎€ƒ ๎‹ต๎ฆ๎Žด๎‹ธ๎ง๎น๎Ž QS. al-Anbiya`/21 37 66 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 Pengetahuan Adam As Melebihi Pengetahuan Malaikat QS. al-Baqarah/2 31-33, โ€œDan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama benda-benda seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" Mereka menjawab "Maha suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana." Allah berfirman "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka Nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka Nama-nama benda itu, Allah berfirman "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan? Dalam ayat ini Allah Swt menyebutkan kemuliaan Adam As atas para Malaikat. Karena Allah Swt secara khusus mengajarkan ilmu khusus tentang nama-nama segalaga sesuatu sementara untuk Malaikat tidak. Ini berlangsung setelah para Malaikat sujud kepada Adam As. Allah mendahulukan ayat ini karena ada hubungan antara ayat ini dengan ketidaktahuan Malaikat tentang hikmah diciptakannya khalifah manakala mereka menanyakan hal itu kepada Allah Swt, maka Allah Swt mengabarkan kepada mereka bahwa Dia mengetahui apa yang tidak mereka ketahui. Untuk itu selanjutnya Allah Swt menyebutkan ayat ini setelah itu untuk menjelaskan kemuliaan Adam As karena Allah Swt telah memberinya kelebihan daripada mereka dalam hal ilmu. Allah Swt berfirman ๎€ƒ๎‹ฏ๎Ž‚๎ค๎Žณ๎ท๎Ž๎€ƒ๎ก๎Žฉ๎ށ๎€ƒ๎ข๎‹ท๎ ๎‹๎ŽŽ๎ฌ๎ ๎›. Katsir, Jilid I, 2017 530 ๎€ƒAs-Suddi mengatakan, dari orang yang menyampaikan hadits kepadanya dari Ibn Abbas tentang ayat ๎€ƒ ๎ก๎Žฉ๎ށ๎€ƒ ๎ข๎‹ท๎ ๎‹๎ŽŽ๎ฌ๎ ๎›๎€ƒ๎‹ฏ๎Ž‚๎ค๎Žณ๎ท๎Ž, ia berkata Dia menunjukkan kepadanya nama-nama anaknya, satu persatu dan nama-nama hewan, dikatakan kepadanya, ini keledai, ini unta, ini kuda. Adh-Dahk mengatakan dari Ibn Abbas ia berkata ๎€ƒ๎‹ท๎ ๎‹๎ŽŽ๎ฌ๎ ๎›๎€ƒ๎‹ฏ๎Ž‚๎ค๎Žณ๎ท๎Ž๎€ƒ๎ก๎Žฉ๎ށ๎€ƒ๎ข , yaitu nama-nama benda yang diketahui oleh manusia, hewan, langit, bumi, daratan, 67 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 lautan, unta, keledai dan nama-nama makhluk lainnya. Ibn Abi Hatim dan Ibn Jarir meriwayatkan dari hadits Asyim bin Kulaib, dari Saโ€™id bin Maโ€™bad, dari Ibn Abbas, ia berkata ๎€ƒ๎ข๎‹ท๎ ๎‹๎ŽŽ๎ฌ๎ ๎›๎€ƒ ๎‹ฏ๎Ž‚๎ค๎Žณ๎ท๎Ž๎€ƒ ๎ก๎Žฉ๎ށ, Dia mengajarkan kepadanya nama piring besar dan periuk. Ia berkata, Ya, sampai-sampai kentut pun ia ajarkanโ€™. Katsir, Jilid I, 2017 530 As-Suddi dalam tafsirnya mengatakan dari Abu Malik, dari Abu Shaleh dari Ibn Abbas dan dari Murrah, Ibn Masโ€™ud dan beberapa orang sahabat tentang firman Allah Swt, ๎€ƒ๎ข๎ ๎‹๎ญ๎ŽŽ๎ฌ๎ ๎›๎€ƒ ๎‹ฏ๎ŽŽ๎ค๎Žณ๎ท๎Ž๎€ƒ ๎ก๎Žฉ๎Ž๎‹ฏ yakni, kemudian para makhluk disodorkan kepada para malaikat. Ibn Juraij mengatakan dari Mujahid tentang ayat ๎€ƒ๎‹ธ๎ข๎‹ต๎ฌ๎‹ด๎Žฟ๎‹ด๎Žฎ๎‹ด๎‹๎€ƒ ๎‰๎ข๎‹ต๎Ž›. Yakni, benda-benda yang punya nama itu disodorkan kepada para Malaikat. Katsir, Jilid I, 2017 532 Ibn Jarir mengatakan, dari al-Hasan dan Qatadah, keduanya berkata, โ€œAllah mengajarkan kepadanya nama-nama segala sesuatu, Dia menyebutkan segala sesuatu dengan nama-namanya dan umat demi umat ditampakkan kepadanyaโ€™. Dengan sanad ini dari al-Hasan dan Qatadah tentang firman Allah ๎ฅ๎އ๎€ƒ๎ฆ๎ด๎—๎Žช๎Žป๎€ƒ๎ข๎Ž˜๎จ๎› . Sesungguhnya Aku tidak menciptakan makhluk melainkan kalian lebih tahu darinya, maka dari itu beritahukan kepadaku tentang nama-nama benda tersebut jika kalian memang benar. Adh-Dhahak mengatakan dari Ibn Abbas ๎ฅ๎އ๎€ƒ๎ฆ๎ด๎—๎Žช๎Žป๎€ƒ ๎ข๎Ž˜๎จ๎› . Yakni, jika kalian benar-benar tahu untuk apa Aku menciptakan seorang khlifah di muka Bumi. As-Suddi meriwayatkan dari Abu Malik dan Abu Shaleh dari Ibn Abbas dan dari Murrah dan dari Ibn Masโ€™ud dan beberapa orang sahabat, ๎ฅ๎އ๎€ƒ๎ฆ๎ด๎—๎Žช๎Žป๎€ƒ ๎ข๎Ž˜๎จ๎›. Bahwa Bani Adam berbuat kerusakan di Bumi dan Menumpahkan darah. Ibn Jarir berkata, โ€œpendapat yang paling mendekati kebenaran dalam hal ini ialah takwil Ibn Abbas dan mereka yang sependapat dengannya. Makna dari ayat itu ialah bahwa Allah Swt berfirman beritahukanlah kepada-Ku nama dari benda-benda yang Aku sodorkan kepada kalian wahai para Malaikat yang berkata, โ€™apakah Engkau menjadikan makhluk di bumi orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah dari selain kami atau sebagian dari kami, sementara selama ini kami bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan- 68 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 Mu?, bila kalian memang orang-orang yang benar dalam apa yang kalian katakana, bahwa bila Aku menciptakan khalifah-Ku di Bumi selain kalian maka anak-anaknya akan mendurhakai-Ku, berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, dan bila Aku menjadikan kalian di Bumi maka kalian akan menaati-Ku, mengikuti perintah-Ku dengan mengagungkan dan mensucikan-Ku. Bila terhadap nama-nama apa yang Aku bentangkan kepada kalian saja kalian tidak tahu padahal kalian menyaksikan mereka, maka apalagi terhadap perkara yang tidak ada perkara-perkara yang akan terjadi tentu kalian lebuh tidak tahu lagiโ€. Katsir, Jilid I, 2017 533 Firman Allah Swt, ๎€ƒ๎ข๎ ๎‹๎€ƒ๎ป๎€ƒ๎š๎จ ๎”ป๎Žค๎Ž’๎Žณ๎€ƒ๎Ž๎ฎ๎Ÿ๎ŽŽ๎—๎ด๎ ๎Œ๎Ÿ๎Ž๎€ƒ ๎š๎‹ท๎ง๎އ๎€ƒ ๎ŽŽ๎จ๎Ž˜๎ค๎‹ท๎ ๎‹๎€ƒ ๎ŽŽ๎ฃ๎€ƒ ๎‹ท๎ป๎އ๎€ƒ ๎™“๎ŽŽ๎จ๎Ÿ๎ข๎ด๎œ๎Žค๎Ÿ๎Ž๎€ƒ ๎ข . Ini adalah pensucian dari Malaikat untuk Allah Swt, bahwa seseorang tidak mungkin mengetahui sebagian ilmu-Nya kecuali bila Dia kehendaki dan tidak mungkin mereka mengetahui sesuatu kecuali yang Allah Swt ajarkan kepada mereka. Oleh karena itu mereka berkata ๎€ƒ๎š๎‹ท๎ง๎އ๎€ƒ๎ŽŽ๎จ๎Ž˜๎ค๎‹ท๎ ๎‹๎€ƒ๎ŽŽ๎ฃ๎€ƒ๎‹ท๎ป๎އ๎€ƒ ๎™“๎ŽŽ๎จ๎Ÿ๎€ƒ๎ข๎ ๎‹๎€ƒ๎ป๎€ƒ๎š๎จ ๎”ป๎Žค๎Ž’๎Žณ๎€ƒ๎Ž๎ฎ๎Ÿ๎ŽŽ๎—๎ข๎ด๎œ๎Žค๎Ÿ๎Ž๎€ƒ ๎ข๎ด๎ ๎Œ๎Ÿ๎Ž. Yakni, Maha Mengetahui segala sesuatu, Maha Bijaksana pada penciptaan, perintah dan pengajaran-Mu kepada siapa yang Engkau kehendaki serta penolakan-Mu terhadap siapa yang Engkau kehendaki, Engkau memilki hikmah di balik semua itu dan keadilan yang sempurna. Katsir, Jilid I, 2017 533 Perintah Sujud Kepada Nabi Adam As QS. al-Baqarah/2 34, ๎€ƒโ€œDan ingatlah ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat "Sujudlah kamu kepada Adam, "Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia Termasuk golongan orang-orang yang kafirโ€. Ini adalah kemuliaan besar dari Allah Swt untuk Adam As yang Dia karuniakan kepada anak cucunya. Allah Swt mengabarkan bahwa Dia memerintahkan para Malaikat untuk sujud kepada Adam As. Banyak juga hadits yang menunjukkan hal itu, di antaranya hadits syafaโ€™at yang sudah disebutkan, serta hadist Musa As, Wahai Rabbku perlihatkan kepadaku Adam yang telah mengeluarkan kami dan dirinya dari Surgaโ€™. Ketika Musa bertemu Adam, ia berkata, โ€™kamu Adam yang telah ciptakan dengan tangan-Nya, Allah tiupkan ruh-Nya ke 69 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 dalam dirinya dan Allah perinthakan Maliakat untuk bersujud kepadanyaโ€™. โ€œMaka bersujudlah para Malaikat itu semuanya bersama-sama. Kecuali iblis. ia enggan ikut besama-sama malaikat yang sujud itu. QS. al-Hijr/15 30-31 Ibils menolak seraya menyombongka diri dan ia termasuk golongan yang kafir. Allah Swt berfirman kepadanya, โ€™apa yang menghalangimu untuk bersujud kepada apa yang Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku saat Aku perintahkan kepadamu?โ€™ Iblis menjawab, โ€™aku lebih baik darinya, aku tidak akan sujud kepada apa yang Engkau ciptakan dari tanah. Allah berfirman; โ€œAllah berfirman "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina". Ketika Allah Swt memerintahkan para Malaikat untuk bersujud kepada Adam, perintah itu mencakup Iblis, karena ia sekalipun bukan dari golongan Malikat, tapi ia menyerupai mereka dan menyerupai perbuatan mereka. Oleh karena itu ia masuk dalam perintah Allah Swt tersebut dan dicela kerena menyalahi perintah Allah. Karenanya Muhammad bin Ishaq mengatakan dari Khallad, dari Athaโ€™ dari Thawus, dari Ibn Abbas, ia berkata, โ€™Iblis sebelum bermaksiat termasuk golongan Malaikat, namanya adalah Azazil, ia termasuk penduduk bumi, tergolong Malaikat yang paling giat dan paling banyak ilmunya hingga hal itu membuatnya takabur. Ia bersal dari sebuah daerah bernama Jin. Riwayat senada dari Khallad, dari Athaโ€™ dari Thawus atau Mujahid dari Ibn Abbas atau selainnya.Katsir, jilid I, 2017 542 Ibn Jarir, dari al-Hasan, ia berkata, โ€™Iblis bukan dari malaikat sekejap pun. Ia adalah asal Jin sebagaimana Adam asal manusiaโ€™. Ini sanad shahih dari al-hasan. Ucapan yang sama dikatakan oleh Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Syahr bin Hausyab berkata, โ€™iblis termasuk Jin yang diusir para Malaikat. Ia ditahan oleh beberapa Malaikat lalu dibawa ke langit. Diriwayatkan oleh Ibn Jarir. Qatadah berkata tentang firman Allah Swt, ๎ ๎—๎€ƒ ๎Žซ๎އ๎ญ๎ŽŽ๎จ๎€ƒ๎Ž”๎œ๎ŽŒ๎”ป๎ ๎ค๎ ๎Ÿ๎€ƒ๎Ž๎ญ๎Žช๎Ž ๎Žณ๎Ž๎€ƒ๎ก๎Žฉ๎ท . Ketaatan itu untuk Allah. Adapun 70 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 sujud itu, maka dengannya Allah memuliakan Adam dengan memerintahkan para Malaikat untuk sujud kepadanya. Katsir, Jilid I, 2017 543 Qatadah berkata tentang firman Allah, ๎€ƒ๎ฆ๎ฃ๎€ƒ๎ฅ๎ŽŽ๎›๎ญ๎€ƒ๎Žฎ๎Ž’๎œ๎Ž˜๎Žณ๎Ž๎ญ๎€ƒ๎ฐ๎Ž‘๎Žƒ๎€ƒ๎Žฒ๎ด๎ ๎Ž‘๎އ๎€ƒ ๎‹ท๎ป๎އ๎€ƒ๎Ž๎ญ๎Žช๎Ž ๎Žด๎“๎ฆ๎ณ๎Žฎ๎”๎”ป๎œ๎Ÿ๎Ž. Musuh Allah โ€“ Iblis - dengki kepada Adam atas kemuliaan yang Allah berikan kepadanya, ia berkata, aku dari api sedangkan ia dari tanahโ€™. maka awal dosa mereka adalah kesombongan, musuh Allah ini menyombongkan diri sehingga ia menolak untuk sujud kepada Adam. Katsir, jilid, 2017 543 Kehidupan Nabi Adam As di Surga QS. al-Baqarah/2 35-36 Dan Kami berfirman "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu Termasuk orang-orang yang zalim.๎€ƒLalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari Keadaan semula dan Kami berfirman "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." Allah berfirman dalam rangka mengabarkan bentuk penghargaan-Nya kepada Adam setelah Dia memerintahkan para Malaikat untuk sujud kepadanya, maka mereka sujud kecuali Iblis. Allah mengizinkan Adam untuk masuk Surga dan tinggal disana sesukanya, makan darinya sesukanya, โ€œyang banyak lagi baikโ€ yakni, dengan tenang, lapang dan baik. Katsir, Jilid I, 2017 547 Al-Hafiz Abuh Bakar bin Mardawaih meriwayatkan dari hadits Muhaamad bin Isa ad-Damaghani, dari Abu Zar, ia berkata, โ€œaku berkata, Wahai Rasulullah, apakah menurutmu Adam itu seorang Nabi?โ€™ Beliau menjawab, Ya. Ia seorang Nabi dan Rasul yang Allah ajak berbicara mendahului siapapun, Dia berfirman ๎Ž”๎‹ท๎จ๎Ž ๎Ÿ๎Ž๎€ƒ๎š๎ŽŸ๎ญ๎Žฏ๎ญ๎€ƒ๎Ž–๎ง๎Žƒ๎€ƒ๎ฆ๎œ๎Žณ๎Ž.โ€ Ada perbedaan pendapat mengenai letak Surga yang ditempati oleh Adam, apakah terletak di langit atau di bumi? Kebanyakan ulama berpendapat yang pertama. Sementara al-Qurthubi 71 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 menyebutkan pendapat dari Muโ€™tazilah dan Qadariyah, bahwa surga tersebut ada di bumi. Konteks ayat tersebut menunjukkan bahwa Hawa diciptakan sebelum Adam masuk ke dalam Surga dan hal ini dikatakan dengan jelas oleh Muhammad bin Ishaq, ia berkata, โ€Setelah menyalahkan Iblis, Dia menghadap kepada Adam dan sebelumnya Dia sudah ajarkan seluruh nama-nama. Katsir, Jilid I, 2017 548 Kemudian Adam dibuat mengantuk sebagaimana disampaikan oleh Ahli Kitab dari kalangan Ahli Taurat dan Ahli Ilmi lainnya. Dari Ibn Abbas dan lainnya, kemudian Allah mengambil salah satu tulang rusuk Adam sebelah kiri dan menutup tempatnya dengan daging. Saat itu Adam sedang tidur. Adam belum bangun hingga Allah menciptakan istrinya, Hawa. Dari tulang rusuknya. Allah menciptakannya dalam bentuk seorang wanita agar Adam menjadi tenang kepadanya. Ketika Adam bangun dari tidur, ia melihat Hawa di sampingnya, maka ia berkata, sebagaimana yang mereka katakan Allah lebih tahu, โ€™daging, darah dan ruhkuโ€™. Maka Adam merasa tenang kepadanya, manakala Allah menikahkan Adam dengannya, Dia menjadikan hati Adam merasa tenang kepadanya, lalu Allah berfirman; Dan Kami berfirman "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu Termasuk orang-orang yang zalim. Adapun firman-Nya ๎€ƒ ๎ฉ๎Žฌ๎ซ๎€ƒ ๎ŽŽ๎Ž‘๎Žฎ๎˜๎Ž—๎€ƒ ๎ป๎ญ๎Ž“๎Žฎ๎Ž ๎Žธ๎Ÿ๎Ž, maka itu adalah ujian dari Allah untuk Adam. Para Ulama berselisih pendapat tentang apa pohon tersbut. As-Suddi mengatakan dari seorang yang menyampaikan kepadanya dari Ibn Abbas, โ€™pohon yang dilarang untuk di makan Adam adalah anggur. Hal senada juga dikemukakan oleh Saโ€™id bin Jubair, as-Suddi, asy-Syaโ€™bi, Jaโ€™dah bin Hubairah dan Muhammad bin Qais. As-Suddi dalam sebuah riwayat yang disebutkannya juga mengatakan, dari Abu Malik dan Abu Shaleh, dari Ibn Abbas, dari Murrah, dari Ibn Masโ€™ud dan beberapa orang sahabat, ๎€ƒ๎ฉ๎Žฌ๎ซ๎€ƒ๎ŽŽ๎Ž‘๎Žฎ๎˜๎Ž—๎€ƒ๎ป๎ญ๎Ž“๎Žฎ๎Ž ๎Žธ๎Ÿ๎Ž, yakni, pohon anggur, namun kaum Yahudi mengklaim pohon yang 72 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 dimaksud adalah pohon gandum. Katsir, Jilid I, 2017 549 Ibn Jarir berkata, seorang laki-laki dari bani Tamim menuturkan kepadaku, bahwa Ibn Abbas pernah menulis surat kepada Abu al-Jalad untuk menanyakan perihal pohon yang dimakan Adam dan pohon tempat Adam bertaubat. Maka Abu al-Jalad membalas suratnya, โ€™kamu bertanya kepadaku tentang pohon yang dimakan Adam, adalah pohon gandum. Sedangkan pohon tempat Adam bertaubat adalah pohon zaitunโ€™. Hasan al-Bashri, Wahb bin Muanbbih, Athiyyah al-Aufi, Abu Malik, Muharib bin Ditsar dan Abdurrahman bin Abi Laila juga menafsirkan demikian. Katsir, Jilid I, 2017 549 Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari beberapa orang Yaman, dari Wahb bin Munabbih, ia berkata, โ€™pohon yang dimaksud adalah pohon gandum. Akan tetapi satu biji pohon gandum di Surga besarnya seperti paha sapi, rasanya lebih lembut dari keju dan lebih manis daripada maduโ€™. Sufyan ats-Tsauri berkata, dari Husain dari Abu Malik, ๎€ƒ ๎ฉ๎Žฌ๎ซ๎€ƒ ๎ŽŽ๎Ž‘๎Žฎ๎˜๎Ž—๎€ƒ ๎ป๎ญ๎Ž“๎Žฎ๎Ž ๎Žธ๎Ÿ๎Ž, maksudnya adalah pohon kurma. Ibn Jarir mengatakan dari Mujahid, ๎Ž“๎Žฎ๎Ž ๎Žธ๎Ÿ๎Ž๎€ƒ๎ฉ๎Žฌ๎ซ๎€ƒ๎ŽŽ๎Ž‘๎Žฎ๎˜๎Ž—๎€ƒ๎ป๎ญ, yaitu pohon tin. Qatadah dan Ibn Juraij juga berkata demikian. Abu Jaโ€™far ar-Razi berkata, dari ar-Rabiโ€™ bin Anas, dari Abu al-Aliyah, โ€™barang siapa yang memakan pohon tersebut maka ia akan buang kotoran, padahal seharusnya di Surga tidak ada kotoranโ€™. Abdurrazaq berkata, Umar bin Abdirrahman bin Muhrib menuturkan kepada kami, ia berkata, aku mendengar Wahb bin Munabbih berkata, Allah menyuruh Adam dan istrinya tinggal di Surga dan melarangnya memakan buah dari sebuah pohon. Pohon tersebut mempunyai dahan yang bercabang satu sama lain. Pohon tersebut juga memiliki buah yang dimakan oleh para Malaikat karena mereka kekal di dalamnya. Itulah pohon yang Allah larang Adam dan istrinya untuk memakannya. Katsir, Jilid I, 2017 550 Keluarnya Nabi Adam dari Surga Godaan Syaitan Terhadap Adam As dan Istrinya Hawa Hingga Memakan Buah Terlarang 73 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 โ€œKemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"QS. Thaha/20 120. ๎€ƒ๎™“๎ŽŽ๎‹ด๎ค๎‹ต๎ฌ๎‹ด๎ค๎‹ด๎Žณ๎ŽŽ๎‹ด๎—๎‹ด๎ญyakni bersumpah keduanya dengan nama Allah ๎ฆ๎ด๎Žค๎Žผ๎ต–๎จ๎Ÿ๎Ž๎€ƒ ๎ฆ๎ค๎Ÿ๎€ƒ ๎ŽŽ๎ค๎œ๎Ÿ๎€ƒ๎ฐ๎‹ท๎ง๎އ, sesungguh aku berada disini lebih dahulu dari kalian berdua, dan aku lebih mengetahui tempat ini. Iblis bersumpah kepada keduanya mengenai hal itu dengan nama Allah, sehingga keduanya tertipu. Dan terkadang seseorang bias tertipu jika disebut nama Allah. Qatadah berpendapat mengenai ayat ini bahwa Iblis bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya aku diciptakan sebelum kalian, aku lebih mengetahui daripada kalian, maka ikutilah aku, niscaya aku akan membimbing kalianโ€™. Sebagian ahli ilmu berkata, barang siapa yang menipu kami dengan menyebut nama Allah, kami akan tertipuโ€™. Katsir, Jilid IV, 2017 457 Adam dan Istrinya Mohon Ampunan Kepada Allah QS. al-Baqarah/2 37, โ€œKemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, Maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Ada yang berkata, bahwa kalimat dalam ayat ini ditafsirkan oleh firman Allah, ๎€ƒ๎€ƒ ๎ŽŽ๎‹ด๎จ๎‹ด๎Ÿ๎€ƒ ๎‹ธ๎Žฎ๎‹ถ๎”๎‹ธ๎๎‹ด๎Ž—๎€ƒ ๎‹ธ๎ข๎‹ด๎Ÿ๎€ƒ ๎‹ธ๎ฅ๎‹ถ๎އ๎‹ด๎ญ๎€ƒ ๎ŽŽ๎‹ด๎จ๎‹ด๎Žด๎‹ต๎”๎‹ธ๎ง๎‹ด๎Žƒ๎€ƒ ๎ŽŽ๎‹ด๎จ๎‹ธ๎ค๎‹ด๎ ๎‹ด๎…๎€ƒ ๎ŽŽ๎‹ด๎จ๎‰๎Ž‘๎‹ด๎Žญ๎€ƒ ๎‹ด๎ป๎ŽŽ๎‹ด๎—๎€Œ๎€ƒ ๎‹ด๎ฆ๎ณ ๎‹ถ๎Žฎ๎‹ถ๎Žณ๎ŽŽ๎‹ด๎Žจ๎‹ธ๎Ÿ๎Ž๎€ƒ ๎‹ด๎ฆ๎‹ถ๎ฃ๎€ƒ ๎‰๎ฆ๎‹ด๎ง๎ฎ๎‹ต๎œ๎‹ด๎จ๎‹ด๎Ÿ๎€ƒ ๎ŽŽ๎‹ด๎จ๎‹ธ๎ค๎‹ด๎Žฃ๎‹ธ๎Žฎ๎‹ด๎Ž—๎‹ด๎ญ๎‹ป๎‹ผ๎€‹ QS. al-Aโ€™raf/7 23. Ini diriwayatkan dari Mujahid, Saโ€™id bin Jubair, Abu al-Aliyah, ar-Rabiโ€™ bin Anas, al-Hasan, Qatadah, Muhammad bin Kaโ€™ab al-Qurazhi, Khalid bin Maโ€™dan, Athaโ€™ al-Khurasani dan Abdurraman bin Zaid bin Aslam. Abu Ishaq as-Sabiโ€™I berkata, dari seorang laki-laki, dari Bani Tamim, ia berkata, aku datang menemui Ibn Abbas dan bertanya kepadanya, kalimat apakah yang Adam terima dari Rabbnya? Ibn Abbas menjawab, Adam diajari ilmu mengenai ibadah haji. Sufyan ats-Tsauri berkata, dari Ubaid bin Umair, ia berkata, โ€™Adam berkata, Wahai Rabb, kesalahan yang telah aku lakukan, apakah termasuk salah sesuatu yang telah Engkau tuliskan sebelum Engkau menciptakankuatau sesuatu yang aku buat sendiri dari diriku? Allah menjawab, sesuatu yang telah aku tulis atasmu sebelum Aku menciptakanmu, Adam berkata, sebagaimana Engkau 74 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 telah menulisnya atasku maka ampunilah akuโ€™. Itulah firman Allah ๎ช๎ด๎ ๎‹๎€ƒ๎Ž๎ŽŽ๎Ž˜๎“๎€ƒ๎Ž– ๎”ป๎ค๎ ๎›๎€ƒ๎ช๎‹ท๎Ž‘๎Žญ๎€ƒ๎ฆ๎ฃ๎€ƒ๎ก๎Žฉ๎™“๎Ž๎€ƒ ๎‹ท๎–๎ ๎Ž˜๎“. Katsir, jilid I, 2017 554 Keluarnya Adam Bersama Istrinya dari Surga QS. al-Baqarah/2 38, Kami berfirman "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, Maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati".๎€ƒAdapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Penurunan yang kedua ini disebutkan karena berkaitan dengan yang sedisebutkan sesudahnya, yaitu adanya makna yang berbeda. Sebagian dari mereka berkata, ia adalah pengulangan yang berfungsi sebagai penegasan, seperti perkataan, โ€œberdirilah, berdirilahโ€. Yang lain berkata penurunan pertama dari Surga ke langit paling bawah. Penurunan kedua dari langit paling bawah ke bumi. Wallahu aโ€™lam tentang rahasia-rahasia kitab-Nya. Katsir, jilid I, 2017 558 Allah berfirman dalam rangka mengabarkan tentang perintah-Nya kepada Adam, istrinya dan Iblis hingga Dia menurunkan mereka dari Surga. Maksud anak keturunan Adam yaitu Allah akan menurunkan kitab-kitab dan mengutus Nabi-Nabi serta Rasul-Rasul, sebagaimana yang dikatakan oleh Abu al-Aliyah, al-Huda petunjuk adalah para Nabi, para Rasul, ayat-ayat dan keterangan. Muqatil bin Hayyan berkata, al-Huda adalah Muhammad. Al-Hasan berkata, al-Huda adalah al-Qur`an. Kedua pendapat ini sama-sama shahih dan pendapat Abu al-Aliyah lebih umum. ๎ฏ๎Ž๎‹ด๎Žช๎‹ต๎ซ๎€ƒ ๎‹ด๎Š๎‹ถ๎Ž’๎‹ด๎Ž—๎€ƒ ๎‹ธ๎ฆ๎‹ด๎ค๎‹ด๎“, yakni barang siapa yang mengikuti kitab-kitab yang Aku turunkan dan Rasul-Rasul yang Aku utus. ๎ข๎‹ถ๎ฌ๎‹ธ๎ด๎‹ด๎ ๎‹ด๎‹๎€ƒ ๎‹ฒ๎‘๎‹ธ๎ฎ๎‹ด๎Žง๎‹ด๎ผ๎‹ด๎“โ€œNiscaya tidak ada kekhawatiran atas merekaโ€. Yakni dalam perkara akhirat yang mereka hadapi. ๎ฅ๎ฎ๎ง ๎‹ด๎Žฐ ๎‹ธ๎Žค๎‹ด๎ณ๎€ƒ ๎ข๎‹ต๎ซ๎‹ด๎ป๎‹ด๎ญโ€œdan tidak pula mereka bersedih hatiโ€. KESIMPULAN Ibn Katsir dalam Tafsir al-Qur`an al-Adzim, memang tidak menyampaikan kisah Nabi Adam secara kronolgis melainkan penulis 75 Istinarah, Volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2020 yang menyusun ayat dan surah kemudian penafsirannya dari tafsir Ibn Katsir. Dalam al-Qur`an Allah juga menyampaikan kisah Nabi Adam tidak secara runtut dalam sebuah surah melainkan terletak dan tersebar di berbagai surah dan ayat sehingga ada pengulangan pada aneka surah. Namun pengulangan tersebut tidak sepenuhnya sama, melainkan pengulangan itu untuk menguatkan yang sebelumnya. Oleh karena itu, dengan memperhatikan logika yang ditangkap dan dari deskripsi tafsir Ibn Katsir sendiri ditambah dengan penjelasannya pada buku Qashash al-Anbiya` maka dapat penulis simpulkan bahwa kronologis kisah Nabi Adam As dalam al-Qur`an menurutnya adalah Pertama, penciptaan Nabi Adam. Kedua, kisah Adam As tinggal di surga dengan segala fasilitasnya. Ketiga, kisah Adam As dan istrinya dilarang mendekati pohon kuldi. Menurut Ibn Katsir keluarnya `Adam As dari surga ini dalam dua tahap pertama tahap turun ke langit dunia dan kedua tahap turun ke bumi. REFERENSI Katsir, A. al-F. I. I. bin U. bin. 2017. Tafsir al-Qur`an al-Adzim Jilid 1, 4, 6, 7, 8. A. dkk Hidayat, Ed. 3rd ed.. Solo Insan Kamil. Nadim, M. 1945. Al-Muโ€™jam Al-Mufarras Li Alfazil Qur`an Al-Karim. Mesir Darul Qutb. Rofiqoh, A., & Ansori, I. H. 2017. Kisah-Kisah Qasas dalam Al-Qur`an Perspektif Iโ€™jaz. QOF, 1, 25โ€“37. Al-Farmawi, A. 2002. Metode Tafsir Maudhuโ€™i. Jakarta RajaGrafindo Persada. Maliki. 2018. Tafsir Ibn Katsir Metode dan Bentuk Penafsirannya. El-Umdah Jurnal Ilmu Al-Qur`an Dan Tafsir, 11, 74โ€“86. Najib, M. 2015. Kisah Nabi Adam As dalam al-Qur`an Pendekatan Tafsir Tematik. AL-ITQAN, 1, 105โ€“125. Parhani, A. 2012. Adam As dalam Perspektif Hadits Suatu Kajian Tematik Terhadap Hadits Adam Abu al-Basyar. Sulesana, 6, 71โ€“72. Zed, M. 2004. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta Yayasan Obor Indonesia. ... At this stage, the development of the fetus passes between the realms of birds and mammals. Bustamar & M Dalil, 2020 Furthermore, the fetus develops to resemble a four-legged animal like an ape. Then this stage has developed further with the presence of a head and preparation for the formation of the most important members of man. ...Humans are formed from the process of evolution according to Charles Darwin. The process of the creation of humans from the point of view of the theory of evolution put forward by a famous scientist named Charles Robert Darwin, who stated that humans were the evolution of ape species or a kind of short-tailed monkey. there is a book entitled 'On The Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favored Racesin The Strungle for Life' which states that humans came from a revolutionary ape species from a very long time ago. Darwin's theoretical paradigm in biological knowledge today is the basic reference in every theory carrying the origin of the development of life organisms. Even though there are many verses of the Qur'an that mention the elements that make up Humans in several verses. This study aims to criticize the theory. The research method used in this research is a systematic literature review. The results of this study The creation of soil according to Tanthawi, went through the following stages, turab Ali-Imran 59, clay mixed with water al-An'am 2, then became thin lazib As-Shaffat 11, then processed into black mud hammain Al-Hijr 26, then became dry clay like pottery ar-Rahman 14, after that it turned into pottery fakhkhar ar-Rahman 14, then became Adam as the first human , in the interpretation of the Ministry of Religion, through stages starting from soil, starch essence comes from soil al-Mu'minun 12, dry clay from shaped mud al-Hijr 26 , and dry soil such as pottery. Ar-Rahman14.Manusia terbentuk dari Proses Evolusi menurut Charles Darwin. Proses terciptanya manusia dari sudut pandang teori evolusi yang dikemukakan oleh seorang ilmuwan yang terkenal bernama Charles Robert Darwin, yang menyatakan manusia adalah evolusi dari spesies kera atau sejenis monyet berekor pendek. ada sebuah buku yang memiliki judul on The Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured Racesiin The Strunggle for Life Yang menyatakan bahwa manusia berasal dari spesies kera yang revolusi dari waktu yang sangat lama. Paradigma teori Darwin dalam pengetahuan biologi dewasa ini menjadi rujukan dasar dalam setiap teori-teori mengusung asal-usul dari perkembangan kehidupanorganisme. Padahal banyak ayat al qurโ€™an yang menyebutkan tentang elemen elemen pembentuk Manusia di beberapa ayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkritik Teori tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam riset ini adalah systematic literature review. Hasil dari penelitian ini Penciptaan tanah menurut Tanthawi, melewati tahapan sebagai berikut, turab Ali-Imran 59, tanah liat bercampur air al-An'am 2, kemudian menjadi lazib tipis As-Shaffat 11, kemudian berproses menjadi lumpur hitam hammain Al-Hijr 26, kemudian menjadi tanah liat kering seperti gerabah ar-Rahman 14, setelah itu berubah menjadi gerabah fakhkhar ar-Rahman 14, kemudian menjadi Adam sebagai manusia pertama, dalam tafsir Kemenag, melalui tahapan mulai dari tanah, saripati pati berasal dari tanah al-Mu'minun 12, tanah liat kering dari lumpur berbentuk al-Hijr 26 , dan tanah kering seperti gerabah. Ar-Rahman14... There is an opinion that states, that the attitude of defiance of Satan -in this case does not bow down to Adam -not only because it is based on the manifestation or manifestation of the purity of mono-theism, as they understand from the word Devil "la asjuda illa laka", "I will not worship except You", but also as a manifestation of intellectual supremacy among the Angels at that time, therefore, he rebelled. Bustamar & M Dalil, 2020 There is also an opinion, because of this attitude of intellectual supremacy then Satan is considered to be a creature who first made an analogy or qiyas. Ansari & Qomarudin, 2021 The story of Satan in this surah al-Baqarah -as seen in the above verse of the khitab -initially illustrates the narrative of Adam's creation, which is considered by God as "the only one caliph on the earth". ...Achmad AchmadThe controversy about Iblis as a "convicted" creature, cursed and expelled from various heavenly pleasures is a dramatic and perennial narrative in every divine religion. Since God proclaimed that he would create the first ruling creature on Earth [read Adam], Iblis not only presented himself as a dissident and seducer of Adam and his descendants, as the conclusion of the classical and modern interpretations above but also at the same time a symbol of negative predisposition or personification of crime, borrowing Rahman's term. This means that every form of crime committed by humans, whether in the form of murder, rape, waste, corruption, war, moral misconduct, etc., as often happens in various aspects of contemporary human life is the personification of modern NajibKisah nabi Adam Alayhi al-Salรขm dituturkan dalam fragmen-fragmen yang tersebar di berbagai surat. Masing-masing fragmen dituturkan dalam konteks wacana, style bahasa, dan sifat keluasan cerita yang berbeda. Kajian ini mencoba mengupas tentang kisah nabi Adam AS dalam perspektif Al-Qurโ€™an sendiri, secara kronologis peristiwanya sesuai dengan yang dituturkan dalam Al-Qurโ€™an. Kajian ini menggunakan pendekatan tafsir mawdhรปโ€™iy atau tafsir tematik. Dalam tafsir mawdhรปโ€™iy berbagai ayat yang berkaitan dengan tema yang diambil dikumpulkan kemudian dianalisa dari berbagai aspeknya, baik dari segi asbรขb al-nuzรปl, munรขsabah, analisis kebahasaan, untuk membentuk pandangan yang padu tentang suatu tema. Hasil kajian menunjukkan kisah Adam dituturkan dalam 7 surat, yaitu Shฤd, al-`Aโ€™rฤf, Thaha, al-Isrฤ`, al-Hijr, al-Kahf dan al-Baqarah. Semuanya berupa surat makkiyah kecuali al-Baqarah yang berupa surat madaniyah. Masing-masing surat menuturkan fragmen kisah Adam Alayhi al-Salรขm dengan style bahasa dan titik tekan cerita yang berbeda sesuai dengan konteks penceritaan pada surat tersebut. Masing-masing fragmen saling melengkapi dan menjelaskan serta membentuk kisah yang utuh tentang Adam Alayhi al-Salรขm. Key word Adam As, tafsir mawdhรปโ€™iy, kisah, Al-Qurโ€™ Tafsir Maudhu'i. Jakarta RajaGrafindo PersadaA A Al-FarmawiAl-Farmawi, A. 2002. Metode Tafsir Maudhu'i. Jakarta RajaGrafindo As dalam Perspektif HaditsA ParhaniParhani, A. 2012. Adam As dalam Perspektif Hadits Suatu Kajian Tematik Terhadap Hadits Adam Abu al-Basyar. Sulesana, 6, ZedZed, M. 2004. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta Yayasan Obor Indonesia.